Dalam masa memasuki pemilu 2019 seperti kini ini, banyak sekali trik yang dilaksanakan oleh kedua calon presiden untuk meraih simpatisan dan bunyi. Salah satunya ialah menggandeng politisi-politisi yang mempunyai dampak besar di masyarakat. Pada pihak pak Jokowi, salah satu politisi yang mendorongnya dengan penuh dedikasi yaitu pak budi arie setiadi. Ia yakni salah satu politikus yang tenar sebab bermacam-macam sepak hempasnya dalam mengungkapkan aspirasinya sebuah politik, demi hal-hal yang ia yakini dan akui bisa menjadi elemen pemuci tumbuhnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tak cuma pada masa mudanya sebagai mahasiswa, akhir-akhir ini pak Budi juga sudah berjuang dengan organisasinya, adalah Projo yang ia dirikan untuk mendorong pak Joko Widodo dalam berpolitik dan memimpin negara Indonesia.

Tugas utama dan yang paling menonjol terang dari organisasi ini ialah menjadi relawan penunjang Jokowi. Mereka dan pak Budi akan menjadi garis pertahanan paling depan dalam membela martabat dan reputasi pak Jokowi. Pada era kabar yang penuh dengan hoax dan fitnah bertebaran dimana-mana, menjalankan tugas ini bukanlah hal yang gampang. Kecuali seharusnya mensupport pak Jokowi dengan pelbagai tugas politik dan kemanusiaan seperti kampanye di lingkungan masyarakat, ia dan Projo juga mesti membentengi pak Jokowi dari beraneka serangan pihak oposisi di media sosial dan dunia online secara keseluruhan.

Mulai dari fitnah murni, sampai kritik yang sudah rupanya kebenarannya, pak Budi konsisten tak gentar bersama dengan Projo dalam melindungi pak Jokowi, serta meyakinkan rakyat bahwa pak Jokowi cocok untuk memimpin Indonesia untuk satu jangka waktu lagi. Meski demikian itu, kenyataan bahwa harga-harga keperluan pokok dan BBM menjulang tinggi tak bisa disampingkan. Menonjol terang bahwa banyak sekali sektor yang mengalami gangguan pada dikala pak Jokowi sedang membangun infrastruktur negeri kita tercinta ini.

Tetapi sedangkan demikian, pak Budi dan Projo konsisten yakin bahwa yang diperlukan pak Jokowi dalam merapikan negeri ini dalam kepemimpinyannya hanyalah tambahan waktu, yakni satu jangka waktu lagi. Sedangkan seperti itu, sebagai pemilih, tentulah hak anda untuk bebas memilih antara presiden yang di percaya oleh banyak orang seperti pak Budi dan Projo atau calon presiden baru dengan potensi yang mungkin perlu di diberikan peluang demi memberesi kerumitan politik, ekonomi, dan sosial di Republik Indonesia.